Jumat, 06 Desember 2013

JARINGAN PADA TUMBUHAN


Jaringan epidermis merupakan lapisan sel terluar pada lapisan atas  dan bawah. Sel-selnya pipih menutup jaringan di bagian dalamnya dan diantaranya berubah menjadi mulut daun (stoma). Stoma sebagai alat pertukaran zat berperan mengendalikan pelepasan/hilangnya cairan jaringan. Akan tetapi, stoma juga mengatur masuknya CO2 yang dibutuhkan untuk fotosintesis. Pengendalian pertukaran zat itu terjadi melalui pengaturan membuka menutupnya stoma. Stoma tersusun dari dua sel penutup atau sel penjaga dan beberapa sel tetangga. Pada tumbuhan darat, stoma lebih banyak di permukaan bawah daun. Pada tumbuhan yang mengapung di air, seperti teratai, stoma berada di permukaan atas daun. Pada tumbuhan tenggelam, seperti Hydrilla sp. Tidak membentuk stomata.

Jaringan Tiang (jaringan palisade)
Jaringan tiang tersusun dari sel-sel yang memanjang dalam posisi tegak dan berisi banyak kloroplas. Jaringan itu dapat satu lapis atau beberapa. Kloroplas adalah perangkat sel tumbuhan yang di dalamnya terdapat klorofil dan perangkat fotosintesis lainnya.

Jaringan bunga karang (jaringan spons)

Merupakan lapisan sel-sel yang tidak teratur, banyak rongga udara, dan berada di bawah lapisan jaringan tiang. Sel-selnya juga berkloroplas sehingga menjadi tempat fotosintesis.

Jaringan pengangkutan

Jaringan pengangkutan pada daun membentuk suatu system pencabangan seperti jala yang kompleks, disebut tulang daun. Tulang daun terletak diantara jaringan tiang dan jaringan bunga karang. Pada sayatan melintang tulang daun merupakan berkas pengangkut yang tersusun dari xylem dan floem.

Struktur dan Fungsi Bunga

Bunga tumbuhan berbiji memiliki ciri yang sangat bervariasi. Variasi cirri dapat dilihat dari                        warna, bau, susunan bunga, sifat kekelaminan, letak bakal biji, dan bentuk bunga. Pada tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae), bunga tersusun dari beberapa bagian meliputi kelopak, mahkota, putik, dan benang sari. Kelopak bunga dan mahkota bunga disebut perhiasan bunga. Warna perhiasan dan aroma bunga serta kelenjar madu berfungsi sebagai alat pemikat agen penyerbuk. Agen penyerbuk dapat berupa serangga, burung atau manusia. Alat kelamin berfungsi menghasilkan sel kelamin.

Sel kelamin jantan dihasilkan oleh benangsari, sedangkan sel kelamin betina dihasilkan oleh putik. Kepala putik adalah tempat peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik. Tangkai putik merupakan saluran bagi serbuk sari menuju ovarium.di dalam ovarium terdapat bakal biji yang di dalamnya terdapat sel telur. Dalam ovarium terdapat satu atau lebih bakal biji bergantung pada jenis tumbuhannya. Ovarium sekaligus merupakan bakal buahnya. Untuk melihat struktur bunga secara umum pada tumbuhan biji tertutup(angiospermae) lihat gambar!

Tumbhan mempunnyai organ utama yang terdiri dari akar, batang, daun, bunga, buah dan biji. Setiap organ tumbuhan mempunyai fungsi khusus. Baiklah asa generasiku.blogspot.com coba mengurai fungsi dari organ-organ tumbuhan tersebut.

1. Akar
Akar berfungsi untuk :
a. Menyerap air dan zat hara (mineral) dari dalam tanah.
b. Menunjang berdirinya tumbuhan.
c. Sebagai alat pernapasan. Contohnya pada akar tumbuhan bakau.
d. Sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Contohnya pada tumbuhan singkong, wortel, bengkoang.

2. Batang
Batang tumbuhan berfungsi untuk :
a. Penopang tumbuhan agar tetap tegak
b. Pengangnkut air dan mineral dari akar ke daun.
c. Penyimpan cadangan makanan contohnya pada tebu dan sagu.
d. Pengangkut hasil fotosintesis.

3. Daun
Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :
Epidermis. Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
Parenkim/Mesofil. Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.

Jaringan Pembuluh. Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.


4. Bunga
Bunga tumbuhan berfungsi sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan secara generatif. Pada bunga terdapat putik yang berfungsi sebagai alat kelamin betina dan benang sari yang menghasilkan serbuk sari yang berfungsi sebagai alat kelamin jantan.

5. Buah dan Biji
Dalam buah terdapat biji yang berfungsi sebagai makanan cadangan (endosperma) dan bakal tumbuhan baru  (lembaga). Sedangkan daging dan kulit buah berfungsi melindungi bakal tumbuhan baru dari pengaruh buruk lingkungan luar.

;;;;
Jaringan pada Tumbuhan selengkapnya .
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Namun, pada perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel hanya terbatas pada jaringan yang bersifat embrionik. Jaringan yang bersifat embrionik adalah jaringan meristem yang selalu membelah diri. Pada korteks batang terjadi pembelahan tetapi pembelahannya sangat terbatas. Sel meristem tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan. Jaringan yang terbentuk tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk membelah diri lagi. Jaringan ini disebut jaringan dewasa.

1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus membelah. Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

a. Jaringan meristem primer
Jaringan meristem primer merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contohnya ujung batang dan ujung akar. Meristem yang di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Aktivitas jaringan meristem primer mengakibatkan batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.

b. Jaringan meristem sekunder
Jaringan meristem ini berasal dari jaringan dewasa, yaitu kambium dan gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.

Berdasarkan posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Meristem apikal; terdapat di ujung pucuk utama, pucuk lateral, serta ujung akar.
b. Meristem interkalar; terdapat di antara jaringan dewasa, contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan.
c. Meristem lateral; terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Contohnya kambium dan kambium gabus (felogen).

2. Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Sifat-sifat jaringan dewasa antara lain sebagai berikut.
a. Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri.
b. Ukuran relatif besar dibanding sel meristem.
c. Memiliki vakuola yang besar.
d. Kadang-kadang selnya sudah mati.
e. Dinding sel telah mengalami penebalan.
f. Terdapat ruang antarsel.

Menurut asal meristemnya, jaringan dewasa dibedakan atas jaringan primer dan jaringan sekunder. Jaringan primer berasal dari meristem primer, sedangkan jaringan sekunder berasal dari meristem sekunder.
Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain :

a. Jaringan pelindung (epidermis)
Jaringan ini terdapat pada permukaan organ-organ tumbuhan primer seperti akar, batang, daun, buah, dan biji. Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan dari pengaruh faktor luar yang merugikan pertumbuhannya. Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan lain (derivat epidermis), misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silica, dan sel gabus.

b. Jaringan dasar (parenkim)
Jaringan ini terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologi dan fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan kegiatan proses fisiologis. Pada daun, parenkim merupakan mesofil daun yang kadang berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang.

c. Jaringan penyokong (penguat)
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang memberi kekuatan bagi tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi 2 yaitu :
1) Jaringan kolenkim
Jaringan kolenkim terdiri atas sel-sel yang bagian sudut dinding selnya mengalami penebalan selulosa dan sel-selnya hidup. Jaringan ini terdapat pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Kolenkim mempunyai protoplas, sel primer yang lebih tebal daripada sel parenkim. Jaringan kolenkim biasanya berkelompok dalam bentuk untaian atau silinder. Oleh karena kolenkim tidak mempunyai dinding sekunder dan bahan penguat (lignin) maka kolenkim dapat menyokong batang tanpa menghalangi pertumbuhan. Kolenkim tumbuh memanjang mengikuti daun dan akar yang disokongnya.
2) Jaringan sklerenkim
Jaringan sklerenkim tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh dindingnya mengalami penebalan sehingga memiliki sifat kuat. Jaringan ini hanya dijumpai pada bagian tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) dan sklereid (sel batu). Serabut umumnya dalam bentuk untaian atau dalam bentuk lingkaran. Di dalam berkas pengangkut, serabut biasanya berbentuk seludang yang berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang tersebar di dalam xilem dan floem. Sklereid lebih pendek daripada serat.

d. Jaringan pengangkut (vaskuler)
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi berupa xilem dan floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, serta unsur lain seperti serabut xilem dan parenkim xilem.
1) Xilem
Umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati, dinding sangat tebal tersusun dari zat lignin sehingga xylem berfungsi juga sebagai jaringan penguat. Xilem berfungsi mengangkut air dari akar melewati batang dan menuju ke daun. Unsur xilem terdiri atas unsur trakeal, serabut xilem, dan parenkim xilem.
2) Floem
Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsur tapis, sel pengiring, parenkim floem, dan serabut floem. Berdasarkan posisi xilem dan floem, berkas pengangkut dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu kolateral, konsentris, dan radial.
1) Tipe kolateral
Berkas pengangkut disebut kolateral jika berkas pengangkut xilem dan floem terletak berdampingan. Floem berada di bagian luar dari xilem.
Tipe kolateral dibagi menjadi 2, yaitu kolateral terbuka dan kolateral tertutup. Jika antara xilem dan floem terdapat kambium maka disebut kolateral terbuka. Kolateral terbuka dijumpai pada dicotyledon dan gymnospermae.  Pada kolateral tertutup, antara xilem dan floem tidak terdapat kambium misal pada monocotyledon.
2) Tipe konsentris
Tipe berkas pengangkut disebut konsentris apabila xylem dikelilingi floem atau sebaliknya.
3) Tipe radial
Disebut tipe radial apabila xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran. Contoh pada akar monocotyledon.
e. Jaringan sekretoris

Jaringan sekretoris disebut juga kelenjar internal karena senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Jaringan sekretoris dibagi menjadi sel kelenjar, saluran kelenjar, dan saluran getah. Sel kelenjar mengandung bermacam senyawa hasil metabolisme. Saluran kelanjar adalah sel berdinding tipis dengan protoplasma yang kental mengelilingi suatu ruas berisi senyawa yang dihasilkan oleh sel-sel tersebut. Saluran getah terdiri atas sel-sel atau sederet sel yang mengalami fusi, berisi getah, dan membentuk suatu sistem jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain.
BERBAGAI JENIS JARINGAN PADA HEWAN

1. Jaringan Epitel

Jaringan epitel terdiri atas satu lapis atau lapis ganda selsel
yang menutupi permukaan tubuh atau melapisi ruang-ruang
di dalam tubuh. Biasanya terdapat membran dasar nonseluler
yang merupakan alas lapisan sel-sel epitel.
Di bagian tubuh luar, jaringan epitel membentuk lapisan
pelindung terhadap luka-luka mekanis, bahan-bahan kimia,
bakteri, dan terhadap kekeringan. Lapisan epitel dalam saluran
pencernaan menyerap air dan zat-zat makanan untuk
keperluan tubuh. Lapisan ini dan berbagai lapisan epitel lain
menghasilkan dan mengeluarkan sejumlah besar zat-zat. Epitel
yang menutupi permukaan tubuh dilalui oleh rangsangan untuk
sampai pada reseptor yang khas untuk rangsangan tersebut.
Dengan demikian fungsi epitel adalah untuk perlindungan,
absorpsi, sekresi, dan rangsangan.
Jaringan epitel mempunyai bentuk sel
penyusun yang bermacam-macam tergantung
fungsi dan letaknya. Jaringan epitel ini kadang
dilengkapi dengan mikrovili, silia, dan flagela.
Jaringan epitel dapat dibedakan berdasarkan
bentuk sel dan jumlah lapisan penyusunnya, yaitu:
a. Epitel satu lapis (simple epithelium)
1) Epitel pipih satu lapis
Epitel pipih selapis terdiri atas selapis sel-sel
yang berbentuk pipih, seperti ubin. Kerapatan
antarsel sangat dekat. Epitel pipih selapis terdapat
pada epitel pembuluh limfa dan lapisan endotel
pembuluh darah, epitel selaput pembungkus paruparu,
jantung, alveoli, dan perikardium.
2) Epitel kubus satu lapis
Epitel kubus selapis disusun oleh selapis selsel
berbentuk kubus. Inti sel berbentuk bulat dan
besar dan terletak di tengah. Epitel ini terdapat
pada kelenjar gondok, permukaan lensa mata, dan
ovarium. Fungsi dari epitel kubus selapis adalah
melindungi bagian di bawahnya dan sekresi
(mengeluarkan zat yang diperlukan tubuh).
3) Epitel silindris satu lapis
Epitel ini berbentuk silinder satu lapis dan
mempunyai inti di tengah. Epitel ini terdapat
pada dinding usus dan kantung empedu. Pada
permukaan sel yang berbatasan dengan lumen,
membran sel menonjol membentuk mikrovili
sehingga permukaan sel menjadi lebih luas.

Permukaan sel yang luas ini akan mengoptimalkan absorpsi
makanan. Selain berfungsi untuk absorpsi, epitel silinder selapis
berfungsi juga untuk proteksi dan sekresi.
b. Epithel berlapis banyak (stratified epithelium)
1) Epitel pipih berlapis banyak
Epitel pipih berlapis banyak terdiri atas dua atau lebih lapisan
sel berbentuk pipih. Epitel pipih berlapis banyak terdapat pada
lapisan rongga mulut, esofagus, vagina, epidermis, dan ujung
uretra. Epitel pipih berlapis bayak berfungsi sebagai proteksi atau
perlindungan organ yang dilapisi.
2) Epitel kubus berlapis banyak
Epitel kubus berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu
lapisan sel, dan memiliki bentuk kubus pada bagian dalamnya.
Makin ke arah permukaan, bentuknya semakin pipih. Struktur
ini melindungi permukaan jaringan dari gesekan.
Epitel ini terdapat pada kelenjar keringat, kelenjar minyak,
dan folikel di ovarium. Hal ini berarti lapisan epitel berfungsi
sebagai saluran sekresi dan ekskresi.
3) Epitel silinder berlapis banyak
Umumnya, epitel silinder berlapis banyak terletak pada
laisan luar, sedangkan bagian dalamnya biasanya berbentuk
tidak teratur atau kubus. Epitel silinder berlapis banyak terdapat
pada saluran ekskresi kelenjar ludah, kelenjar susu, uretra,
faring, dan laring.
4) Epitel transisional
Epitel transisional sering disebut epitel peralihan yang
memiliki banyak lapisan dan bentuknya berubah-ubah,
terutama pada saat jaringan menggelembung. Epitel silinder
yang memiliki silia banyak terdapat di saluran pernafasan,
kandung kemih, dan ureter. Untuk mengetahui bentuk-bentuk
epitel berlapis banyak, cermati Gambar 3.2.
Secara umum, jaringan epitel mempunyai fungsi, antara
lain:
a) Epitel sebagai pintu masuk dan keluarnya zat-zat. Epitel
menyerap zat ke dalam tubuh dan mengeluarkan zat keluar
dari tubuh. Contohnya, epitel jonjot usus yang menyerap
makanan dan epitel alveolus yang memasukkan O2 ke
dalam tubuh dan mengeluarkan CO2 keluar tubuh.
b) Epitel sebagai pelindung jaringan yang terdapat di
dalamnya. Misalnya, jaringan epitel kulit dan selaput
rongga mulut.
c) Epitel sebagai penerima rangsang (reseptor) yang disebut
neuroepitelium.
d) Epitel sebagai kelenjar. Jaringan ini menghasilkan suatu
sekresi cair berupa senyawa makromolekul yang disimpan
dalam sel berbentuk butir-butir kecil atau granula sekresi.
Epitel kelenjar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
(1) Kelenjar eksokrin, menghasilkan senyawa yang
dialirkan melalui saluran. Misalnya, kelenjar air liur.
(2) Kelenjar endokrin, menghasilkan senyawa yang
dialirkan langsung ke darah atau tidak melalui saluran.
Misalnya, kelenjar tiroid dan pituitari.

2. Jaringan Otot

yang berbentuk panjang, silinder, atau gelendong yang
masing-masing mengandung serabut kontraktil mikroskopik
yang panjang dan paralel disebut miofibril. Miofibril ini terdiri
atas protein miosin dan aktin. Sel-sel otot melakukan kerja
mekanik dengan cara kontraksi menjadi tebal dan pendek.
Lapisan membran yang membatasi sel otot disebut sarkolema.
Sedangkan, bagian sitoplasma sel otot disebut sarkoplasma.
Berdasarkan strukturnya, jaringan otot dapat dibagi menjadi
tiga macam, yaitu otot lurik, otot jantung, dan otot polos. Mari
cermati uraiannya.
a. Otot lurik
Otot lurik adalah otot yang bertaut pada tulang dan
menggerakkan tulang-tulang tubuh. Tiap sel otot lurik
mempunyai banyak inti sel atau nukleus yang terletak di tepi
sel, karena sel-sel ini secara embrionik berkembang dari sel-sel
yang lebih kecil yang berfusi antara ujung sel dengan ujung sel
yang lain. Sel otot lurik memiliki panjang lebih dari 2 cm, dan
tebal serabut otot berkisar dari 10 sampai 100 μm. Aktivitas
yang berat dan terus-menerus meningkatkan ketebalan otot.

Miofibril otot-otot lurik mempunyai pita-pita melintang
gelap (pita anisotrop) berselang terang (pita isotrop) sehingga
disebut lurik. Otot lurik ini mempunyai peranan yang penting
dalam kontraksi. Selama kontraksi, pita yang
gelap tetap dan pita terang memendek. Sel
otot ini memiliki persediaan energi dalam
bentuk ATP dan fosfokreatin. Sedangkan,
energi cadangannya berupa glikogen atau
gula otot. Otot lurik termasuk otot sadar,
artinya kontraksi otot lurik terkendali atau
dipengaruhi oleh susunan saraf pusat. Otot
lurik dapat berkontraksi dengan cepat, tetapi
tidak dapat tetap dalam keadaan kontraksi
sehingga otot lurik memerlukan istirahat.
b. Otot jantung
Otot jantung memiliki percabangan dan memiliki nukleus
banyak yang terletak di tengah sel. Otot jantung memiliki garis
gelap dan garis terang yang mirip dengan otot lurik. Garis gelap
ini dinamakan discus intercalaris. Discus intercalaris ini terlihat
seperti garis lurus yang membentuk tangga untuk pelekatan
aktin dan sarkomer. Sel otot jantung membentuk berkas yang
erat sehingga dapat membentuk gelombang kontraksi. Otot
jantung bekerja terus-menerus, bereaksi cepat, tahan kelelahan,
dan tidak dipengaruhi oleh kehendak (otot tidak sadar).
c. Otot polos
Sel otot polos berbentuk lonjong yang panjangnya sekitar
30 - 200 μm dengan kedua ujung meruncing, mempunyai satu
nuckleus yang terletak di tengah. Membran plasmanya disebut
sarkolema, sedangkan sitoplasmanya sering disebut sarkoplasma.
Di sekitar inti sel otot polos terdapat banyak mitokondria. Otot
polos bereaksi sangat lamban, tetapi dapat bertahan pada
keadaan kontraksi yang cukup lama, dan termasuk otot tidak
sadar atau bekerja tidak dipengaruhi kehendak. Otot polos
terdapat pada dinding saluran pernapasan, saluran pencernaan
pembuluh getah bening, dan di kulit.

3. Jaringan Saraf

Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan
penyampaian rangsang. Jaringan ini berasal dari lapisan
ektoderm. Jaringan ini terdapat pada sistem saraf pusat (otak
dan sumsum tulang belakang) dan pada sistem saraf tepi. Sel
dibagi menjadi dua macam, yaitu sel saraf (neuron) dan sel
pendukung (sel glia). Sel yang mengkhususkan diri untuk
penerimaan dan transmisi rangsangan disebut neuron.

Sedangkan, sel glia merupakan sel-sel yang menunjang dan
melindungi neuron.
Suatu neuron terdiri atas badan sel yang membesar secara
khas dan mempunyai nukleus dan dua atau lebih penjuluran
sitoplasma, serabut saraf, dan jalur yang dilewati rangsangan.
Lebar serabut saraf berkisar antara beberapa mikrometer sampai
30 atau 40 mikrometer dan panjangnya berkisar dari 1 mm sampai
1 meter lebih (pada hewan besar, seperti kuda). Ada dua jenis
serabut saraf, yaitu akson yang meneruskan rangsangan menjauhi
badan sel, dan dendrit yang mendekati atau membawanya ke
badan sel. Pertautan antara akson suatu neuron dan dendrit dari
neuron lainnya di dalam rantai itu disebut sinapsis. Pada sinapsis,
akson dan dendrit sebenarnya tidak saling menyentuh, tetapi di
antara kedua penjuluran tersebut terdapat celah sempit. Transmisi
suatu rangsangan melalui sinapsis memerlukan mekanisme yang
berbeda dengan transmisi dalam serabut saraf. Suatu rangsangan
hanya dapat melewati sinapsis jika datang dari akson menuju
dendrit. Jadi, sinapsis berfungsi sebagai katup yang mencegah arus
balik dari impuls.
Tiap serabut saraf akson atau dendrit
dikelilingi oleh neurilema atau lapisan mielin.
Neurilema adalah membran halus transparan
berbentuk tabung yang terbentuk dari sel-sel yang
membungkus serabut. Lapisan mielin terbuat dari
bahan lemak nonselular yang membentuk lapisan
putih mengkilat antara serabut dan neurilema.
Pada selubung mielin terdapat sel schwann yang
berfungsi membentuk selubung mielin baru. Bagian akson yang
tertutupi oleh selubung mielin disebut nodus renvier.
4. Jaringan Ikat

Jaringan ikat seperti tulang, tulang rawan, tendon, ligamen,
jaringan ikat fibrosa dan jaringan lemak berfungsi menyangga
dan menyatukan jaringan dan organ-organ lain. Sel-sel jaringan
ikat secara khas membuat suatu bahan mati yang disebut
matriks. Sifat dan fungsi tiap jaringan ikat ditentukan oleh sifat
matriks interseluler.

a. Jaringan ikat longgar
Jaringan ikat longgar memiliki serabut kolagen berwarna
putih, serabut elastis, dan serabut retikulum. Contoh sel jaringan
ini adalah sel fibroblas, sel plasma, dan sel makrofag. Fungsi
jaringan pengikat longgar adalah membungkus organ-organ
tubuh, pembuluh darah, dan saraf.

b. Jaringan ikat padat
Jaringan ikat padat disebut juga jaringan ikat serabut putih.
Jaringan ikat padat mengandung serabut kolagen yang berwarna
putih. Di antara serat kolagen terdapat sel fibroblas. Jaringan
ini bersifat fleksibel, tetapi tidak elastis.
Jaringan ikat padat terdapat pada selaput pembungkus otot
(fascia), tendon, dan ligamen. Ligamen adalah jaringan
penghubung antartulang. Tendon adalah ujung otot yang
melekat pada tulang.
Jaringan ikat padat memiliki fungsi memberikan sokongan
dan proteksi terhadap organ tubuh. Selain itu, jaringan ini
menghubungkan berbagai organ tubuh, seperti tulang dengan
tulang dan otot dengan tulang.

c. Jaringan tulang rawan (kartilago)
Jaringan tulang rawan disusun oleh sel-sel tulang rawan
(kondrosit) yang dilindungi fibrosa dalam matriks. Matriks
tulang rawan mengandung serabut kolagen, serabut elastis, dan
serabut fibrosa. Kandungan serabut kolagen yang tinggi makin
menguatkan tulang rawan tersebut. Tulang rawan tidak
memiliki kapiler darah sehingga mendapat makanan dari
jaringan ikat di sekitarnya. Pada anak-anak jaringan tulang
rawan berasal dari jaringan pengikat embrional (mesenkim).
Sedangkan, tulang rawan pada orang dewasa dibentuk oleh
selaput tulang rawan (perikardium). Jaringan tulang rawan
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tulang rawan hialin,
tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastis. Untuk lebih
mengetahui ketiga tulang rawan tersebut. Mari cermati
pembahasan berikut ini.

1) Tulang rawan hialin
Matriks tulang hialin mengandung serabut elastis lebih
banyak daripada serabut kolagen. Pada embrio, sebagian besar
rangkanya adalah tulang rawan hialin. Sedangkan, pada orang
dewasa, tulang rawan hialin terdapat pada ujung tulang rusuk,
persendian, dan pada saluran pernapasan. Dalam tubuh
manusia, tulang rawan hialin banyak ditemukan berwarna putih
kebiru-biruan dan tembus cahaya.

2) Tulang rawan elastis
Tulang rawan ini terdapat pada epiglotis, laring, saluran
eustachius, saluran telinga luar dan daun telinga. Tulang rawan
elastis, matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan dan
mengandung banyak serabut kolagen. Fungsi tulang rawan
elastis ialah memberikan fleksibilitas dan sokongan.

3) Tulang rawan fibrosa
Matrik tulang rawan fibrosa berwarna gelap dan keruh
serta mengandung serabut kolagen kasar. Tulang rawan ini
terdapat pada hubungan antartulang. Tulang rawan fibrosa
berfungsi memberikan sokongan dan proteksi.

d. Jaringan tulang sejati (osteon)
Jaringan tulang terdiri atas sel-sel tulang (osteosit) dan
matriks tulang. Osteosit dibentuk oleh osteoblas (sel yang
bertanggung jawab dalam sintesis komponen organik matriks
tulang). Sedangkan, matriks terdiri atas zat pelekat kolagen dan
endapan garam-garam mineral (terutama garam kapur atau
kalsium).
Usia manusia atau hewan yang makin bertambah akan
menurunkan kadar kolagen dan meningkatkan kadar zat
kapur, proses ini disebut pengapuran. Jaringan tulang berfungsi
memberi sokongan pada tubuh, melindungi organ-organ tubuh,
dan tempat melekatnya otot rangka.
Berdasarkan susunan matriksnya, jaringan
tulang dibagi menjadi dua macam, yaitu tulang
kompak dan tulang spon. Jaringan tulang
kompak matriksnya rapat dan tidak berongga.
Sedangkan, jaringan tulang spons matriksnya
berongga.
Satu osteon terdiri atas sejumlah lamella
konsentris yang mengelilingi kanal havers. Selsel
tulang terdapat pada lamella di dalam ruang
yang disebut lakuna.

e. Jaringan darah
Jaringan darah terdiri atas plasma darah, sel darah merah,
sel darah putih, dan keping-keping darah. Mari cermati uraian
berikut ini.

1) Plasma darah
Plasma darah disusun oleh sebagian besar air, protein,
senyawa anorganik, dan senyawa organik. Protein plasma

terdiri atas albumin, globulin, dan fibrinogen. Fibrinogen
diperlukan untuk membentuk fibrin dalam proses pembekuan
darah. Fungsi plasma darah adalah mengedarkan sari-sari
makanan.

2) Sel darah merah (eritrosit)
Sel eritrosit berbentuk cakram bikonkaf, dan tidak
mempunyai inti. Garis tengah 2 - 7μm. Dalam eritrosit terdapat
hemoglobin yang berfungsi mengikat O2 dan membentuk oksi
hemoglobin. Eritrosit dibentuk dalam sumsum tulang merah.

3) Sel darah putih ( leukosit )
Sel darah putih dibagi menjadi dua kelompok, yaitu
granulosit (terdapat granula protein) dan agranulosit (tidak
memiliki granula protein). Granulosit dibagi menjadi eosinofil,
neotrofil, dan basofil. Sedangkan, agranulosit terbagi menjadi
monosit dan limposit. Leukosit berperan dalam pertahanan
seluler.

4) Trombosit
Trombosit atau keping-keping darah berbentuk cakram
dengan garis tengah 2 - 5 μm dan tidak berinti. Trombosit
mengandung enzim trombokinase yang berperan dalam
pembekuan darah.






Biologi sel


Biologi sel (juga disebut sitologi, dari bahasa Yunani kytos, "wadah") adalah ilmu yang mempelajari sel, salah satu dari cabang-cabang biologi. Hal yang dipelajari dalam biologi sel mencakup sifat-sifat fisiologis sel seperti struktur dan organel yang terdapat di dalam sel, lingkungan dan antaraksi sel, daur hidup sel, pembelahan sel dan fungsi sel (fisiologi), hingga kematian sel. Hal-hal tersebut dipelajari baik pada skala mikroskopik maupun skala molekular, dan sel biologi meneliti baik organisme bersel tunggal seperti bakteri maupun sel-sel terspesialisasi di dalam organisme multisel seperti manusia.
Pengetahuan akan komposisi dan cara kerja sel merupakan hal mendasar bagi semua bidang ilmu biologi. Pengetahuan akan persamaan dan perbedaan di antara berbagai jenis sel merupakan hal penting khususnya bagi bidang biologi sel dan biologi molekular. Persamaan dan perbedaan mendasar tersebut menimbulkan tema pemersatu, yang memungkinkan prinsip-prinsip yang dipelajari dari suatu sel diekstrapolasikan dan digeneralisasikan pada jenis sel lain. Penelitian biologi sel berkaitan erat dengan genetika, biokimia, biologi molekular, dan biologi perkembangan.

Proses-proses dalam biologi sel
Pergerakan protein

Protein disintesis oleh ribosom di sitoplasma. Proses tersebut juga dikenal sebagai translasi protein atau biosintesis protein. Beberapa jenis protein, misalnya protein yang akan digabungkan kepada membran sel (protein membran), ditranspor ke retikulum endoplasma (RE) selama proses sintesisnya dan kemudian diproses lebih lanjut di badan Golgi. Dari badan Golgi, protein membran dapat bergerak ke membran plasma (membran sel), ke kompartemen subselular lainnya, atau dapat pula disekresikan ke luar sel. Retikulum endoplasma dapat dianggap sebagai "kompartemen tempat sintesis protein membran", sedangkan badan Golgi dapat dianggap sebagai "kompartemen tempat pemrosesan protein membran". Terdapat aliran protein semi-konstan melalui kompartemen-kompartemen tersebut. Protein-protein yang terdapat pada RE dan badan Golgi berasosiasi dengan protein-protein lain namun tetap terdapat pada kompartemennya masing-masing. Protein-protein lain "mengalir" melalui RE dan badan Golgi ke membran plasma. Dari membran plasma, protein kemudian pada akhirnya diuraikan kembali di dalam kompartemen intraselular lisosom menjadi asam amino-asam amino penyusunnya.

Teknik yang digunakan untuk mempelajari sel

Ada usul agar Isolasi organel digabungkan ke artikel atau bagian ini. (Diskusikan)
Isolasi sel
Yang dimaksud dengan isolasi sel adalah proses pengambilan suatu partikel sel dari tempat asalnya untuk diteliti lebih lanjut. Sel dapat diisolasi dari suspensi jaringan.
Isolasi sel dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Fluorescence-Activated Cell Sorter
Prinsip metode ini ialah menggunakan antibodi yang berikatan dengan zat fluoresen untuk melabel sel spesifik. Suspensi sel dilewatkan pada sinar laser dan dibaca oleh detektor. Suspensi yang mengandung sel diberi sinyal positif atau negatif bergantung pada selnya mengandung zat fluoresen atau tidak. Suspensi kemudian melewati aliran listrik dan dipisahkan ke tempat masing-masing sesuai muatannya.
2. Laser Capture Microdissection
Prinsip metode ini menggunakan laser untuk memotong bagian tertentu dan memindahkannya ke tempat lain, contohnya memisahkan sel tumor dari jaringannya.
Pembiakan sel
Setelah diisolasi, sel ditumbuhkan (diperbanyak) dengan cara in vitro (menggunakan media) atau in vivo (melibatkan sel hidup).
Ada 2 macam biakan atau kultur, yaitu biakan primer dan biakan sekunder. Biakan primer ialah biakan yang diambil langsung dari jaringan organisme tanpa proliferasi sel secara in vitro. Sementara itu, biakan sekunder ialah biakan yang dikembangbiakkan dari biakan primer, biasanya di-refresh dalam jangka waktu tertentu.
Hibridisasi sel
Sel hibrid adalah gabungan dua sel berbeda yang dengan hasil akhir satu inti sel. Tujuan dibuatnya sel hibrid adalah untuk membentuk antibodi monoklonal.
Fraksinasi sel
Fraksinasi sel ialah pemisahan sel menjadi organel dan molekul, biasa dilakukan dengan sentrifugasi. Sentifugasi merupakan tahap pertama dalam fraksinasi, memisahkan organel berdasarkan ukuran dan densitasnya. Prinsip sentrifugasi ialah bahwa untuk memperoleh organel yang besar, diperlukan kecepatan sentrifugasi yang rendah, dan sebaliknya.